PENJELASAN TEKS
Ayat 1-3, Perintah Tuhan dan ketakutan Samuel, Samuel diperintahkan untuk pergi mengurapi Daud menjadi raja, sebagaimana ayat 1, Tuhan bertanya berapa lama lagi Samuel berdukacita atau sedih oleh karena perbuatan Saul sebagaimana pasal 15 diatas. Untuk apa pikir susah Saul yang telah Dia (Tuhan) tolak sebagai raja. Artinya Tuhan sudah tidak merestui lagi saul menjadi raja, sebab itu Samuel segera menyiapkan alat untuk pengurapan, yakni tanduk dan minyak, kemudian Tuhan mengutus dia untuk pergi ke Isai, orang tua Daud orang Betlehem sebab salah satu anaknya telah Tuhan tetapkan untuk jadi raja. Tetapi problem bagi Samuel adalah dia takut dibunuh oleh Saul yang masih berkuasa itu. Tetapi Tuhan memberikan jalan keluar bagi dia untuk mengatasi ketakutan itu yakni dia membawa korban persembahan kepada Tuhan, tentu ini tidak mencurigakan Saul. Lalu ketika tiba dia mengundang Isai untuk hadir dalam ibadah korban itu dan dia menyampaikan apa yang harus dia perbuat kepada Isai dan saat itu juga dia mengurapi salah satu anak Isai yang disebutkan Tuhan kepadanya untuk menjadi raja.
Ayat 4-5, Samuel melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada dia, ketika dia tiba di Betlehem tua-tua bertanya apakah kedatangannya membawa selamat? Sikap gementar adalah sikap takut sekaligus rasa hormat, mereka berpikir apakah Samuel datang sebagai hakim untuk mengadili mereka (7:16). Samuel kemudian menjelaskan bahwa benar, dia datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, sebab itu mereka harus menguduskan diri, artinya mempersiapkan diri, atau membersihkan diri, pakaian mereka bnd Kel. 19:10,14,22, bukan hanya para tua-tua, tetapi Isai dan anak-anak mereka juga harus menguduskan diri dan kemudian hadir untuk mengikuti Upacara korban tersebut.
Ayat 6-10, proses pemilihan, ketika Samuel melihat Eliab anak Isai, Samuel berpikir bahwa Eliablah yang akan di pilih Tuhan, rupanya Samuel melihat perawakan alias, bodi, tubuh yang besar dan gagah, tetapi Tuhan berkata bahwa bukan Eliab yang Tuhan pilih, sebab itu jangan dia lihat bodynya, sebab manusia biasa apa yang didepan mata, tetapi Tuhan lihat hati. Dengan kata lain, jangan tertipu oleh penampilan, ketujuh anak laki-laki Isai semua lewat didepan Samuel, Samuel menolak untuk mengurapi mereka sebab itu tidak sesuai dengan kriteria Tuhan. Tuhan tidak memilih mereka.
Ayat 11-13, Samuel kemudian bertanya kepada Isai apakah tidak ada lagi anak laki-laki lainnya? Isai menjawab bahwa masih ada, anak yang bungsu, tetapi dia masih menggembalakan ternak domba, jawaban itu membuat Samuel meminta untuk Daud dijemput, sebab kalau tidak maka mereka tidak akan duduk makan, kemudian mereka menjemput Daud, dikatakan bahwa Daud itu kemerah- merahan matanya indah dan parasnya elok, Pada umumnya menunjuk pada rambut merah dan kulit putih bersih yang dianggap sebagai cantik di wilayah Israel Selatan, dimana rambut dan warna kulit pada umumnya gelap. Tetapi kata admoni “kemerah-merahan,” mungkin mengacu kepada keperkasaan sang pemuda. Daud dan Esau merupakan satu-satunya tokoh PL yang disebut dengan istilah ini. Daudlah yang dipilih Tuhan, kemudian Tuhan memerintah Samuel mengurapi Daud ditengah-tengah saudara-saudaranya, artinya disaksikan oleh keluar Isai. Sejak saat itu Roh Tuhan berkuasa atas hidup Daud, artinya hidupnya dipimpin oleh kuasa Tuhan.
Ayat 14-15, Roh Tuhan mundur dari saul, artinya kuasa Tuhan sudah lepas dari Saul, Saul kehilangan kuasa, dan hidupnya dalam depresi, Saul terseram kemuraman, Roh jahat dari Allah menunjukkan bahwa Allah mengizinkan Saul mengalami keadaan jiwa yang murung, suka curiga, yang mendekati gila. Bagi orang Ibrani, apapun yang menimpa, baik maupun jahat, langsung berasal dari Allah (Am.3:6).
Ayat 16-18, rupanya salah satu hamba dari saul menyarankan agar Saul memberikan perintah untuk kepada para hambanya untuk mencari seseorang yang pandai bermain kecapi, supaya apa bila roh jahat itu datang maka bunyi kecapi akan memberikan rasa aman bagi saul, itu artinya ada kekuatan dari Musik terhadap tekanan jiwa dan menenangkan emosi. Permintaan itu disetujui oleh saul dan memerintah untuk mencari seseorang yang pandai bermain kecapi. Salah satu hambanya memberitahukan bahwa dia melihat salah satu anak Isai yakni daud pandai bermain kecapi dan dia adalah seorang yang pahlawan yang gagah perkasa, prajurit yang pandai bicara, elok perwakananya dan TUHAN menyertai dia, artinya daud sempurna dengan talenta yang ada dan ditambah dengan penyertaan Tuhan bagi dirinya.
Ayat 19-20, Saul menyuruh orang suruhannya untuk memberitahukan kepada Isai agar Daud datang kepadanya, dan isai pun memberikan seekor keledai, anggur dan roti serta seekor kambing untuk diberikan kepada Saul. Jadi ini adalah hadiah tanda kehormatan.
Dalam ayat 21-23, menjelaskan bahwa permintaan itu diterima Isai, dan kemudian Daud menjadi pelayan Saul. Daud pribadi yang luar biasa sehingga Saul sayang kepadanya dan menjadikan dia pembawa senjata, orang kepercayaan saul. Dan saul meminta untuk daud tetap tinggal bersama dia, sebab Sual menyukainya, selain itu Daud mampu untuk mengatasi roh jahat yang hinggap pada Saul, ketika roh itu datang, Daud memainkan kecapi sehingga Saul merasa lega dan nyaman dan roh jahat itu jauh darinya.

