PENERAPAN
Dalam kehidupan kita, terkadang kita tidak punya keberanian untuk melakukan sesuatu yang benar, berbicara yang benar, terhadap sesuatu yang kita lihat dan tahu bahwa itu salah. Lebih para lagi, kalau itu berhubungan dengan orang yang punya kuasa atau berkuasa. Seakan otak kita tidak bisa berkembang, sebab kita takut ancaman balik. Kita gagal karena kita memilih bersandar pada pikiran kita sendiri, tetapi ketika kita mencari pilihan yang tepat, yakni bersandar pada Tuhan, maka kita pasti akan diberi petunjuk, seperti Samuel yang kehilangan akal, tetapi Tuhan memberikan petunjuk, petunjuk itu digunakan untuk sesuatu yang baik. Banyak dari kita kalau untuk sebuah kejahatan, banyak akal, tetapi hal baik kehilangan akal, tetapi kita harus meletakan akal kita pada Tuhan, sehingga kita mendapat petunjuk, bimbingan dalam mengambil sebuah keputusan, keputusan apa saja, kadang dalam pemilihan, baik di dunia sekuler maupun dalam gereja, sering kita melihat orang Dari luarnya, misalnya kalau pilih panitia, sering kita lihat ada pejabat kah, tunjuk saja, dengan harapan dia punya kewenangan akan dipakai untuk menolong kita. Apa ini benar? Bisa benar kalau gunakan kalkulasi dunia, dimana meletakan harapan pada kekuatan manusia. Tetapi di mata Tuhan itu belum tentu benar, kita harus menilai orang bukan karena jabatan, pangkat, hebat, tetapi dari hati, kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan. Hal ini juga berlaku dalam kehidupan kita, bagi yang belum kawin atau nikah, perhatikan bahwa carilah calonmu bukan karena ada apanya, bukan sekedar ganteng, cantik, tetapi lihatlah pribadi dan cara hidupnya, sifat dan karakternya. Ketika karakter kita rusak, kita mengandalkan kekuatan kita, pangkat dan kedudukan, maka serasa, kuasa Tuhan itu tidak ada pada kita, kita hidup dalam kehampaan, hidup dalam kecurigaan seperti Saul, ketika dia tidak taat kepada Tuhan, maka kekuasaan itu diambil dari Tuhan, membuat dia mau gila saja, lalu bagaimana dengan kita? ketika kita diberi jabatan dan kekuasaan, ingatlah baik-baik, jangan lupa diri dan jangan takabur, sebab saatnya semua itu angkat di ambil dan kita stres kehilangan gairah dan harapan hidup. Dalam hidup kita, kita lupa bahwa Penampilan itu bisa menipu kita, ketika kita memilih orang yang tepat, maka orang itu bisa dipakai Tuhan untuk menopang dan menolong kita. perhatikan, ketika Daud terpilih, dia dipilih Tuhan juga untuk menolong Saul dari penyakit emosi, iri hati, hati jahat, dsbnya, dengan kemampuan main music, saul dapat di tolong, perhatikan, bahwa pilihan yang tepat adalah pilihan yang membawa berkat bagi banyak orang, termasuk yang tidak menyukai dan membenci kita sekalipun. Amin
