RABU, 31 JULI 2024 | KALENDER GEREJAWI : IBADAH AKHIR BULAN JULI – HIJAU | PEMBACAAN ALKITAB : YAKOBUS 2:1-13
TEMA : “MANUSIA MEMANDANG MUKA TETAPI TUHAN MELIHAT HATI”
LATAR BELAKANG
Bersyukur untuk kasih, berkat dan Rahmat Tuhan sehingga kita boleh ada di akhir bulan Juli 2024 dimana kita boleh memasuki hari ke-213, minggu ke-30, dan kita terus diingatkan tentang fokus pelayanan “Pemberdayaan” GKI pada Triwulan Ketiga (Juli-Agustus-September), berbicara tentang pemberdayaan maka ada aksi atau tindakan, itulah sebabnya kita hendak belajar dari surat Yakobus.
Surat Yakobus adalah salah satu kitab di dalam Perjanjian Baru digolongkan ke dalam surat-surat umum bersama dengan surat Yudas, surat 1 Petrus, surat 2 Petrus dan ketiga surat Yohanes sejak zaman Eusebius sekitar tahun 260-340 masehi Inti dari keseluruhan kitab ini adalah menguraikan berbagai pokok pandangan Kristen seperti misalnya kekayaan dan kemiskinan, godaan, kelakuan yang baik, prasangka, iman dan perbuatan, ucapan-ucapan mulut, kebijaksanaan, pertengkaran, keangkuhan dan kerendahan hati, hal menyalehkan orang lain, membual, kesabaran dan doa Surat ini juga menekankan bahwa dalam menjalankan agama Kristen iman harus selalu disertai dengan perbuatan.
PENJELASAN TEKS
Pembagian sebagai berikut :
Yakobus 2:1-13 Jangan memandang muka
Yakobus 2:14-26 Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati
Ada 5 hal penting disini yaitu :
- Pertama : Sebagai orang-orang percaya dan beriman kepada TUHAN janganlah kita memandang rendah orang lain dengan memandang muka (pilih kasih)
- Kedua : Allah memilih orang-orang miskin yang terkebelakang dianggap tidak berarti dalam dunia ini untuk menjadi kaya di dalam iman dan menjadi ahli waris dalam Kerajaan-Nya dengan baik dan benar sesuai perintah Allah
- Ketiga : Allah ingin agar kita menjalankan serta melakukan hukum kasih itu
- Keempat: Jika manusia memandang muka maka kita berbuat dosa dan kita melanggar hukum TUHAN serta hukum kasih itu sendiri
- Kelima: Melakukan perkataan serta perbuatan seperti orang-orang yang telah dimerdekakan dari dosa dan telah menerima pengampunan dari Allah
PENERAPAN
Dalam kehidupan kita seringkali sadar atau tidak sadar kita juga masih memandang muka, kita masih suka pilih-pilih kasih, kita selalu melihat penampilan fisik orang lain, kita melihat finansial orang, kita melihat kekayaan jabatan, kedudukan orang lain sehingga mereka menjadi prioritas. Pertanyaan bagi kita, apakah kita dan semua pribadi di antara kita sudah tidak memandang muka dan tidak pilih kasih, serta dengan tulus dan sukacita juga dengan segenap hati sudah berbuat baik kepada semua orang termasuk kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang berkekurangan.
Berbahagialah semua orang yang tidak memandang muka dan tidak pilih kasih serta dengan tulus dan sukacita sudah berbuat baik kepada semua orang tanpa melihat suku, budaya, bahasa termasuk kepada orang-orang miskin dan orang- orang yang berkekurangan karena TUHAN Yesus Kristus sudah terlebih dahulu mengasihi kita dengan berlimpah kasih setia dan rahmat-Nya serta anugerah- Nya bagi kita. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan surga dan berbahagialah orang yang murah hatinya karena mereka akan beroleh kemurahan. Tuhan telah mengerjakan keselamatan bagi kita tanpa memandang muka, maka apa aksi kita untuk pula melakukan hal yang nyata dalam kehidupan kita dengan tidak memandang muka, sehingga terang Allah senantiasa terus terpancar dari kehidupan kita dan disana dunia melihat akan keselamatan yang telah Allah kerjakan dalam anak-Nya Tuhan Yesus Kristus. Amin
PEMBACAAN ALKITAB : Yakobus 2:1-13
Konteks
Jangan memandang muka

